info sehat

Kanker umumnya dapat dipicu oleh konsumsi rokok, minuman alkohol, dan paparan bahan kimia. Makanan panas dapat juga menjadi salah satu faktor pemicunya. Pada lansia,?terutama pria, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker, dan perbandingan risikonya antara pria dan wanita yaitu 9:1.

Gejala awal kanker laring dapat berupa suara serak selama lebih dari dua minggu. Biasanya disusul dengan batuk yang berkepanjangan dan sesak napas, dan lama-kelamaan suara penderita akan semakin menghilang. Jika mengalami gejala dini seperti itu, sebaiknya langsung dikonsultasikan ke dokter.

Bagian yang diserang pada kanker laring adalah pita suara. Bagian itu harus diangkat supaya tidak terjadi penyebaran sel kanker. Sebelumnya, pada pangkal leher pasien harus dibuat lubang (ostomi) secara permanen untuk jalur pernapasan. Lubang terbuka yang jaraknya sekitar 3 cm dari paru-paru harus selalu ditutup dengan kain yang tebal dan dijaga kebersihannya, agar tidak kemasukan partikel debu dan terhindar dari infeksi.

Kehilangan pita suara bukanlah akhir segalanya. Pasien tetap bisa melanjutkan hidupnya, bahkan dengan kualitas yang lebih baik. Risiko kehilangan suara memang selalu ada. Namun, dengan kerja keras dan kesabaran, maka pasien dapat meraihnya kembali.

Untuk mengembalikan kemampuan bicara, pasien harus menjalani terapi khusus. Umumnya pasien akan lebih cepat berbicara bila telah menguasai pernapasan abdominal. Namun, yang diharapkan adalah pasien dapat berbicara secara alami. Bagi pasien lanjut usia dapat dibantu dengan menggunakan elektro laring. Alat tersebut ada dua jenis, yakni yang ditanam (shunt) dan yang digetarkan di leher saat pasien berbicara. Dengan menggunakan alat bantu, biasanya cara bicara pasien akan terdengar aneh karena tanpa intonasi dan ekspresinya seperti gaya bicara robot. Sedangkan untuk alat bantu yang ditanam, harus rajin dibersihkan dan sering diganti. Bila tidak hati-hati, makanan dapat kesasar ke bagian tersebut dan pasien mudah tersedak.

Leave a Comment